Monday, December 31, 2012

Ilusi Sebuah Pesona





Ilusi sebuah pesona,
Sering menipu pandangan,
Dengan warna warni keindahan,
Sedang ia hanya khayalan,
Tampak indah di awangan,
Terlalu jauh untuk ku genggam,


Mungkin ku hanya pengejar mimpi,
Mengembara di alam magika,
Tertawan dengan kilauan cahaya,
Hingga lupa untuk tersedar,
lalu jauh tersesat dari realiti,
landasan untuk ku berlari.


Lama aku terleka,
Diulit terbuai dalam melodi,
akalku terhanyut cukup jauh,
Warasku terbuang tiada bermakna,
Lantas merasa diri sebegitu terhina,
Tercampak tanpa diberi erti.


Mungkin aku tiada harga,
Tiada bernilai pada sketsa,
Yang dihiasi para bangsawan,
Tapi tetap tak kan ku lupa,
Sang arang batu juga terbuang,
Sebelum ia mekar sebagai permata.


Jacknaim,
Taman Ria 7, Tawau
31/12/12, 12.17 am

Monday, December 24, 2012

Exploring a New World: Diving Experience

Image taken from this link [link]



Negativity is a disease. It spreads like a plaque and should be stopped before it starts showing their symptoms. Once it grow, then it’s almost impossible to get rid of it.

I always thought that I’m useless. Inferior complex always kill my confidence. I’m losing faith in myself and keep on thinking that can do nothing.

But I realize that the only way to overcome it is by keep on challenging myself. To push against the limit and to move forward even you have to crawl. Well I guess it help a lot.

A month back, during my end of my medical posting holiday, I have a chance to take a diving license. I think it’s an impossible task for me. It’s a costly activity and lot of regulations in order to keep you safe.

Well, the three days and two nights course really challenges me in its own way until I finally being awarded with “Open Water Diver” license from PADI society. It means that I can go deep down up to 18 meters below the sea level and explore the beauty of God’s creation.

It’s really challenging. Spending the first day for a theory part in which I think I never study that hard even during my medical school. Need to digest the whole manual required by a diver before we are allowed for diving.

And I have my dive on second and third day followed with final exam and thanks GOD I passed it with flying color (for the theory part I guess)

To make thing worst, I suffered from diarrhea and sea sickness. It totally drains a lot of energy. And at the end of session, I need to swim without any equipment or support for 300 meters. Not a long distance but enough to drain the whole energy from an untrained and un fit people like me.

But trust me; all of them are very wonderful and it makes you addicted. You really cant stop thinking about going diving again and again and hoping to explore more and more new things. It is beyond imagination.

Have you ever wondered how it is feels to float on the air, jumping and hovering on the air? You can freely twisting your body, went up and down, right and left and did not get hurt from fall. Well, trust me that even though we cannot do it on air due to gravity. Unless we can finally create an anti gravity system. I guess the feeling is the same when you are deep inside the water.

But inside the water. It’s a really three dimensional world. You can do almost everything that you like. You can swim upwards, downwards, twisting your body, rotating to left and right and up and down. You can see the whole creatures from every angle. The fishes, corals, sea urchins, jelly fish, squids, rays, starfish and many more are swimming happily and create a beautiful acrobatic movement. It is something that you must try.

InshaALLAH, I will find some time to go diving again. While I’m stay here in sabah. My next destination would be Mabul, Kepalai, Bohey Dulang and finally the ultimate diving heaven; the Sipadan Island. Yosh!

And hopefully, I can shape my body into a more fit and less weight person so that I can do other adventure activities that I’m hoping to do before I go back to semenanjung; climbing Kinabalu mountain, sky diving, para gliding and water rafting. InsyaALLAH.

Sunday, October 14, 2012

Saat diri dipayungi dosa



Saat diri dipayungi dosa, syaitan mula meniupkan irama agar manusia menari diatas garis nafsu. Semakin lama semakin rancak hingga tergelincir ke titik noda. Lantas kau soal hati kecilmu. 

Sudahkah aku jauh dari rahmat dan kasih Allah?

Jiwa resah, otak bercelaru dan hati jua tidak tenteram. Bagaimana bisa ia semua dirawat sebelum terus menjadi kritikal. Sebelum ajal datang menjemput, semestinya ada terdetik satu perasaan di hati.
Semua yang ada disini, yang menghirup udara kurnyaNYA ingin menjadi hamba Allah yang terbaik. Mengharap seribu kemaafan di atas segala khilaf yang dilakukan.

Ruginya jika mati tanpa sempat menuturkan kata-kata taubat. Kubur yang sempit pasti menghimpit. Menderita menanti saat tibanya hari pengadilan.

Tapi! Kenapa sukar benar untuk mencarinya. Lemah tidak berdaya. Mengharap ada yang datang memimpin tangan dan membimbing menuju jalan yang benar. Tapi hingga kini masih belum ada yang bertandang.

Berharap lah pada Allah. Itu sudah semestinya. Namun seperti mana kata bidalan, kambing yang tersesat jauh dari kumpulannya pasti akan lebih senang untuk dibaham serigala. Dan akulah kambing tersesat itu dan syaitanlah serigala yang sedang tertawa.

Harus, bagaimana akhirnya? Apa jalan keluarnya? Bagaimana bisa aku terus merawat luka yang semakin parah ini?

Tuesday, September 18, 2012

Harapan September





September bukanlah bulan yang membuatkan saya merinduinya walau terdapat kenangan terindah di dalamnya. Ia bulan yang istimewa tetapi bukan bermakna saya sentiasa menantinya.

September merupakan bulan di mana saya dilahirkan. Setiap kali september menjelma, usia saya pasti meningkat satu demi satu tahun. kini september bertandang lagi dan angka umur bertambah lagi. Alhamdulillah 25 tahun saya diberi izin dari Allah untuk bernafas dan terus melihat keindahan alam ciptaannya.

Saya lupa samada september yang lepas membawa apa-apa kesan kepada saya selain dari pertambahan usia. Yang saya tahu, september kali ini begitu istimewa buat saya. Ia merupakan satu tempoh di mana saya meletakkan diri saya pada satu titik yang baru. Titik ini bagaimanapun bukan bermaksud penamat tetapi ia adalah titik permulaan yang akan disambungkan dengan titik-titik yang lain melalui garis perjalanan.

Dan saya sedang melakar garis perjalanan tersebut agar sampai ke titik seterusnya. Dan september menjadi saksi kepada sebuah harapan yang besar.

Alhamdulillah, september bermula dengan cukup baik. Manuskrip buku saya yang berkongsepkan perkongsian catatan pengalaman sudah berada dalam fasa editing dari pihak penerbit. Keputusan akhirnya masih belum jelas tetapi ia adalah permulaan. Permulaan yang mempunyai penamat nya nanti. InsyaALLAH.

September juga bermula dengan kursus basic life support dan alhamdulillah saya lulus dan mempunyai kelayakan sebagai BLS provider. Ia adalah permulaan untuk karier saya. Karier sebagai seorang doktor.

Di bulan september, saya berkesempatan menghadiri dua program istimewa yang insyaALLAH mampu menentukan kiblat masa depan saya. EMS Asia 2012 dan 3rd Sabah State Emergency Update Symposium merupakan dua konferens yang meneguhkan semangat dan cita-cita saya untuk menjadi seorang Emergency Physician. Alhamdulillah kerana hati saya nekad untuk memilih cita-cita ini. Menjadi EP tidak banyak kelebihan berbanding pakar yang lain. Anda akan sentiasa sibuk dengan tugas, tidak mempunyai masa depan cerah di tempat swasta dan sering digelar ‘syok sendiri’ oleh jabatan-jabatan yang lain. Tapi itu bukanlah penghalang tetapi sebaliknya merupakan satu cabaran. Semoga jalan saya mencapai cita-cita ini akan terbentang luas dan diberkati Allah.

 
Alhamdulillah, setelah setahun berada di Tawau, akhirnya Allah memberi ruang untuk saya menyumbang sedikit pengalaman bersama-sama masyarakat di sini. Biarpun ia bukanlah sesuatu yang besar, tetapi ia merupakan jalan perintis kepada program-program seterusnya. Alhamdulillah, saya sempat menyampaikan sebuah ceramah dalam satu program anjuran Majlis Agama Islam Sabah. Walaupun ia bukanlah bertaraf tinggi, tetapi ia memberikan satu momentum kepada saya. insyaALLAH selepas ini, saya ingin berjuang untuk meningkatkan

Monday, September 17, 2012

meaning of existence



Only by letting something go, then you can open more space to accept something new. You can not accommodate everything but you can adapt something. Stop worrying about few thing because you have thousand things that really matter for you. If you can't find your happiness here, then look for it somewhere out there. Do not bother to cry for something not worth of it. keep on moving and you will find the meaning of your existence.

We often look at the ugly side of the problem but we never take a moment to sit down and finding the hidden beauty. It is there but we refuse to see it. We prefer to let our heart saddened by it rather than pursuing our happiness.

It is not wise right?

The road is long ahead us. We are only a few step from the beginning. So why bother to think about stopping the journey? Just walk and walk. It’s all you need in order to reach the end of the road. Do you know how beautiful at the end of the road? Very beauty! But you will only experience it once you are there. So put a dot after the word ‘stop’.\

We all can do it. We all can succeed. Keep on fighting. Never give up, never surrender!
Allah Matlamatku, Rasulullah ikutanku, Al Quran pedoman hidup, Syahid impianku.

REVOLUSI MAHASISWA MEMBENTUK PEMIKIRAN MERDEKA

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org-orang yang beriman."[ Surah Al-Imran ayat 139]

Memori Terindah