Monday, August 27, 2012

The Burden of Treating Patient


a view from my chemo room. a beautiful sscenery to be enjoyed while diluting the chemo drugs

I will always remember what my professor said to us when we were in a mission to Yogyakarta few years back. 

A world doctor is a doctor who able to serve humanity regardless of race, religion, skin color and location with full of wisdom and knowledge and with available resources and yet still manage to save lives.

It truly inspires us and burn our soul to be a doctor of our dream. To reach the unreached and to serve the precious life given by GOD.

However, the reality of life can not be simply plotted on a paper. If only i can write things i like and poof poof, it’s working like magic. Nope! It will never be that easy.

Our hospital was ranked among the top hospital who indebted a lot of money for treating patient and did not get the returned money. Most of the patient can not afford to pay back due to poverty and nationality issue. With majority of patients are non Malaysian, the coast of treatment are sky rocketing high.

If a patient were planned for any procedures, they should at least pay a deposit of RM 400-600. This is excluding the coast for surgery.

As a doctor, we are trapped in between the oath and limited resources. A doctor should treat the patient without any prejudice, double standard or in consideration of particular races, skin color and religion. But what should we do when we have a limited resources?

It is really annoying to know that we can not do certain investigations or test just because patient can not afford to pay for it. And the worst is when you see the patient dying right in front of your eyes while you can not do anything. If you are insisting of carrying out what do you think is right then you have to pay for them. Maybe it is alright once in a while to help one patient. But what about others?

Sometimes, the bureaucracy or policy also making treatment process difficult. I still remember that i have one patient with a very severe necrotizing fasciitis of the anterior abdomen. Since the damage is very bad, we have to remove almost the entire abdominal wall and extending to the back. After serial debridement, we decided for a vacuum dressing in which one cycle will coast RM 1500 per cycle. 

With a poor economical status, surely the patient can not afford it and she will die soon or later due to uncontrolled infection. In desperate, we finally decided to create our own vacuum dressing which coast less than RM 700 for total of 6 cycles of vacuum dressing. And still we need to use hospital equipment like suction wall, tubing and few other things. All praise to Allah that the plan working out well and she was discharge well and waiting for the skin graft. Even though the coast for the raw material for vacuum dressing is low, still the duration of patient’s stay plus with coast of serial wound debridement and medication are very high. The price of saving a patient is very costly.

This is a serious matter. It is an international level issue. Either we like it or not, we can not deny the fact that even a non Malaysian is a human being that need to be treated. It is sad that we are moving towards American health care system in which those without medicaid will never get treatment.


This is not included a bumiputera sabahan who was born and raise here but never get registration their nationality. As a result, they are considered as a non Malaysian and not offered any privileges as a Malaysian.

While the NGO’s are all busy with Palestinian, Syirian, Burmese issue, i think we overlook the issue of people in Sabah. Many of them are our brothers and sisters in faith. I think, besides government discussing this matter with our neighbors country, NGO from all the country should also work together to work this out.

We should try our best to help them. Not only the poor but all of them. It is a very big dream to reach but it is not impossible. I hope that anybody out there who are willing to help with this issue will stand  with me and try our best.

Right now, i still do not have any specific plan. Few things running in my minds including donation and free medical services. One of my book was accepted by one company for publication. If everything goes smoothly, i hope that the profit from the selling can be used for this cause. Please pray for me that the book will be able to be published without any obstacles.

Sunday, August 26, 2012

Tidak Selamanya Jijik



Sekali kau terpalit najis selamanya bau itu akan melekat. Kalau sudah bergelar pelacur maka di lorong hitam itulah kau akan mati.


Dadah? Kau memang sampah masyarakat. Sudah berkali aku tegaskan agar jangan kau sentuh itu semua. Kau tak kan mampu keluar dari lembah kehinaan itu. Masyarakat akan terus membencimu dan membuang kau jauh ke tengah lautan neraka.


Bapak kau tu penjenayah besar. Bukan setitik darahnya mengalir dalam badan kau. Beribu titik kau tau. Semuanya darah hitam. Kotor, jijik! Apa kau ingat kau akan boleh berubah menjadi orang mulia?


Berhenti!


Tariklah nafas anda sedalamnya. Betulkan minda anda agar pandangan hati anda terhadap mereka turut berubah kiblat. Ambil satu atau dua detik untuk berfikir kembali. Adakah selamanya mereka berhak untuk menerima penghinaan sebegitu.


Yang salah itu tetap salah. Mungkin kesalahan mereka terlampau besar untuk kita maafkan apatah lagi sekiranya kita menjadi mangsa kepada kejahatan mereka. Atau mungkin mereka telah mencemarkan nama baik keluarga hingga tiada lagi tempat untuk kita menyembunyikan muka yang menerima malu natijah dari perbuatan mereka.


Suka saya membawakan satu analogi yang mungkin bisa membawa satu dimensi baru terhadap cara kita berfikir. Analogi ini datangnya dari alam yang di ajarkan oleh Tuhan secara halus sekali.


Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.[Q45:13]

gambar di ambil dari blog ini [link]

Saya pasti ramai di antara kita yang kenal tentang haiwan kecil yang diberi nama kumbang. Istimewanya kumbang ini membuatkan orang tua-tua dulu mencipta peribahasa yang menggambarkan hubungan di antara pria dan jelitawan. Kumbang sering tertarik pada bunga. Ia lahir dari pemerhatian bahawa kumbang akan berterbangan untuk hinggap di kelopak bunga bagi menghisap sari madunya. Itulah makanan yang menjadi santapan buat sang kumbang.


Ternyata kumbang cukup pandai memilih makanan yang terbaik bagi menyantuni perutnya. Jangka hayat kumbang yang hanya beberapa bulan ini digunakan persis seorang bangsawan. Cukup elegan sekali.


Namun pernahkah kita susuri galur kehidupan sang kumbang ini? bermula dari ratusan telur yang dihasilkan si kumbang betina, sebiji darinya akan menetas dan menghasilkan larva. Bergantung kepada jenis-jenis kumbang, ada di antara kumbang-kumbang ini yang hidup sebagai larva sehingga mencecah tiga tahun sebelum menjadi pupa.

gambar di ambil dari link ini [link]


Katakanlah kita ambil tiga tahun sebagai tempoh larva ini membesar. Jangka masa ini digunakan oleh larva untuk makan sebanyak-banyaknya dan makanan mereka bukanlah se-gah makanan si kumbang. Sebaliknya mereka memakan ranting-ranting kayu yang reput dan juga tahi binatang yang kering. Setiap hari mereka terpalit dengan najis yang cukup hina sekali. Andai disamakan dengan manusia, maka kita akan dapat katakan bahawa fasa ini adalah fasa kegelapan atau titik di mana manusia melakukan kesilapan. Mungkin mereka hanya melakukan kesalahan sekecil mencuri atau sebesar melacur dan membunuh.


Apabila masa kegelapan berakhir, mereka akan memasuki fasa untuk menjadi pupa. Ini adalah transit penting untuk mereka mengalami metamorfosis lengkap yang akhirnya menjadikan mereka sebagai seekor kumbang yang segak bergaya baik dari rupa mahupun perilaku.


Manusia juga begini. Walaupun sejahat mana pun mereka, andai diberi ruang dan peluang, pasti saat keinsafan akan datang mengetuk pintu hati mereka. Usai bertafakur dan membuat refleksi diri, InsyaALLAH segala nilai positif akan menyerlah dan satu transformasi akan berlaku. insyaALLAH di saat itu, kita akan menjadi hamba Allah yang terbaik.


Oleh itu, jangan mudah kita menghukum kerana tidak selamanya seseorang itu akan berada dalam suasana jijik. Pasti kebenaran akan datang jua.

Angin Rindu


Angin rindu,
lembut membuai kalbu,
halus ia berbisik,
meminta sebutir cinta,
agar bisa terus berdiri.


Dalam meniti masa,
sering angin tidak sabar,
Membesar menjadi taufan,
bisa meroboh segalanya,
hingga meranap sebuah mimpi.

jacknaim,
Taman Ria 7,
26/8/12, 7.30 am


Allah Matlamatku, Rasulullah ikutanku, Al Quran pedoman hidup, Syahid impianku.

REVOLUSI MAHASISWA MEMBENTUK PEMIKIRAN MERDEKA

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org-orang yang beriman."[ Surah Al-Imran ayat 139]

Memori Terindah