Thursday, December 25, 2014

Mengira Garis Usia


Mengira garis usia,
pada raut sekujur tubuh,
yang telah jalani sekian purnama,
berisi kantung pengalaman,
dan alam menjadi guru.


Baki hidup yang tersisa,
masihkah aku punya masa?
kurenung saat dihadapanku,
dan kukenang kisah lamaku,
apakah kan terus bersama duka?


Dan warisku di sini,
yang tinggal selepas ku pergi,
bahagiakah meraih cita,
membuang pergi segala perih,
yang lama aku bawa bersama.


Jacknaim...........

Terima Kasih Misi-Ku

 
Di matamu hina,
tanpa kau sedar,
najis yang dibasuh,
hancing kencing menikam hidung,
berbuak muntah dihias nanah,
Adalah dari orang tuamu.


Di fikiranmu enteng,
peluh yang memercik,
kejang tangan manyuap nasi,
digagahi kudrat memberi layanan,
biar duka terpaksa disembunyi,
yang dijaga mungkin saudaramu.


Mungkin jenaka bagimu,
tersadung jatuh kerna berlari,
bertubi arahan perlu dipatuhi,
terkelu akal menanggung amanah,
beban tergalas dibahu kerdil,
demi menyelamat nyawa anakmu.


Mungkin ringan bicaramu,
beribu kata dihambur,
Kejian bagaikan irama,
menghiasi melodi cacian,
jangan pula kau terpaku,
saat ajalmu dijemput tuhan.


Hiasi akalmu sebelum berbicara,
sejukkan hatimu sebelum melatah,
usah kau keji usah kau hina,
pada susuk seorang jururawat,
disebalik anggapan nakalmu,
terukir jasa pada segalanya.


Nukilan khas buat para jururawat khususnya yang pernah bertugas bersamaku dalam merawat pesakit. Juga sebagai ingatan buat mulut-mulut sumbang yang menghina profession kejururawatan..


Jacknaim
Quarters Hospital Lahad Datu
24/12/14, 1.22 AM.
saat menanti mata terlelap

Aku Jua Ingin


Aku jua ingin,
Meraih mimpi sepertimu,
setinggi bintang di langit,
Seluas lautan medan kembaraku,
tapi telah kau kecapi.


Aku jua ingin,
punya masa depan,
bebas berlarian,
mengejar cita,
menggapai impian sepertimu.


Aku jua ingin,
tidak lagi menangisi,
kelam sebuah kehidupan,
dibelenggu rantai kedhaifan,
dan bahagia sepertimu.


Jacknaim

Wednesday, December 24, 2014

Divers love rhyme


Diving deep in your heart,
Will only gives me narcosis,
It takes my sanity away,
And im drowning in your love....

Jacknaim

Gugurnya Daunan Dosa


Gugurnya daunan kering,
lantas hancur dimamah ulat,
jangan disangka kan runtuhnya batang,
Kerna ia terus gagah berdiri,
ditunjangi akar kemas memegang bumi.


Dan suatu hari nanti,
pasti daunan baru kan menghijau,
menghiasi kembali setiap ranting,
hingga menjadi teduhan mawas,
dan burung yang beradu kepenatan.


Semoga dosaku turut gugur,
sepertimana daunan tadi,
dan terus hancur dimaaf Tuhan,
lantas aku bisa hiasi kembali,
diri ini dengan hijau keimanan.


Jacknaim

Terlafaz Sebuah Akad



Saat terlafaz sebuah akad,
dan bermula satu abjad,
yang tercoret menjadi kisah,
di setiap rentak kaki melangkah,
yang pasti membawa abadi.


Dulu dua jiwa yang asing,
setiap satu jauh terasing,
berpusing resah bersatu jua,
bersama izin yang termaktub kukuh,
pada lembaran takdir ilahi.


Terhalal sudah segala rasa,
tersimpul sudah satu ikatan,
maka berteguhlah pada janji,
dua hati bersatu jiwa,
semoga padu meraih mimpi.


"Terlafaz Sebuah Akad"
Istimewa buat mempelai Fatin Atiyah dan Khairi Aiman Abu Bakar

Barakallahulakuma wa baraka alaikuma wa jamaa bainakuma fi khair...

Jacknaim
Lahad Datu Sabah
15/12/14

Saturday, November 22, 2014

Syurga dan Air Mata



Dunia,
Hanya pabila kau melangkah,
maka dapat kau lihat isinya,
Perjalanan yang dilalui,
takkan putus dicurah ilmu,
Cuma menanti dikau mengerti.

Tenang,
Itu yang ku rasa,
Siliran angin yang membuai,
Siulan camar yang memukau,
Jernih airnya si ikan menari,
Merah langit disinari mentari senja.


Air mata,
Mencuit serasa di atas awang,
Menginsafi tari kehidupan,
Ada yang kebulur saat ku kenyang,
Mengutip secebis rezeki di jalanan,
Atau mati terus terbuang.


Aku bermusafir,
menikmati syurga dunia,
Sambil Air mata berguguran,
Disebalik indahnya alam,
Masih banyak derita bertandang,
Tanda perjuangan belum berkesudahan.


Lokasi: Jeti Pelau' Bandar Wilayah Lahad Datu
Photographer: Acin Alkanta
Nukilan sajak : Jacknaim (Dr Muhamad Na'im)


Sajak ini adalah dari kaca mata seorang musafir yang berjalan di daerah yang penuh dengan kenikmatan tetapi masih dihinggapi insan yang tidak bernasib baik..ada yang menangis saat perut berlapar, ada yang mati saat menahan sakit, dan ada derita disebalik senyuman.. Kutujukan sajak ini buat mereka yang mencintai kedamaian dan berusaha untuk mengurangkan derita manusia...

Lamunan Sang Musafir

Jeti Pelau' Bandar Wilayah Lahad Datu. Taken using ASUS Zenfone 5 and edited with Snapseed. and still, it can not beat the real scenery


Sesekali lamunanku terhenti,
Pada deruan enjin bot,
Laju membelah lautan,
Mengejutkan sang camar,
Yang pantas menangkap si ikan,
Dan meninggal riak pada air.


Selang seketika,
Ku kembali beroleh damai,
Lantas kuhayati,
Seri merah sang senja,
Sambil dibuai angin sepoi,
Juga pada ingatan tentang dia.


Aku sang musafir,
Singgahku mungkin seketika,
Tapi hati ingin selamanya,
Tidak berganjak dengan rasa,
Selagi aku diperlukan,
Biar jiwa aku korbankan...


Jacknaim
21/11/14,
5.30 pm
Lahad datu...

Thursday, November 20, 2014

Memoir Buat Si Pencinta Laut

Senja di Highway Tawau
Aku ingin menjadi laut,
Agar kau slalu merinduku,
sentiasa hadir padaku,
mencipta setiap memori,
Saat kau mencari damai,
Pada resah kusut jiwamu.

Tapi aku takut,
andai aku membawa badai,
dengan rakus memecah nyaman,
membawa pergi segala tenang,
lalu kau menangis ketakutan,
Dan aku terpinggir kembali.

Duhai angin berinsutlah engkau,
usah kau kejutkan ombak,
kusembunyi dia dalam perutku,
Luas tiada penghujung,
Biar sahaja badai terus tidur,
Agar laut sentiasa dihatinya.

Jacknaim,
20/1//14
11.40 PM

Friday, November 14, 2014

impian senja

senja di pesisir laut Tawau


Saat mentari berlalu pergi,
Kuharap kau tetap setia disini,
Hadir dan menemani.
Di setiap detik gelap menghampiri.

Setiap saat membina cerita
Terkisah antara kau dan aku,
Merentas segala mimpi
Terbawa segala seri.

Menterjemah realiti dari ilusi,
Menjalani seribu keindahan,
Tertinggal jauh satu celaan.
Segalanya pasti bersama...

Jacknaim
Tawau..

syair rindu buat sang puteri

pemandangan di jeti pulau sipadan sabah

Izinkan aku merinduimu,
Saat jasadmu jauh dariku,
Biar kenangan menjadi teman,
Saat terukir senyum dibibirmu,
Temani setiap mimpi indahku,
Andai bersamaku menyakitimu.

Lupakan aku,
Tapi tidak pada kenangan,
Ku harap saat bersamamu,
Dipenuhi warna indahnya pelangi,
Andai pahit yg kau rasa,
Semoga ia menjadi penawar mu.

Seruku kembali,
Andaiku masih dihatimu,
Biar sayang sebesar zarah,
Pasti kutumbuhkan bahagia,
Kan kusedia sayap perkasa,
Untuk membalut resah ragamu.

Sang puteri aku merindu,
Senyum mu bawa bahagia,
Kenangan bersamamu,
Biarpun pahit aku teruja
Izinkan aku dihatimu,
Mendamai resah segala jiwamu


Hilang dalam kata kata;
Jacknaim

Tuesday, November 4, 2014

Cinta bukan Memiliki

 
Patutkah aku bersedih,
Saat ku bersamamu,
Melihat kau tersenyum,
Berhibur dengan tawamu,
Sedang kau bukan milikku,
Tiada dalam genggamku.


Andai kau bahagia,
Senyum mekar menguntum,
Tawa menyeri taman,
Ku tiada terkilan,
Biar dari kejauhan,
Aku menahan gelora.


Cinta bukan memiliki,
Cukup sekadar memberi,
Biar tiada menerima,
Pasrahkan hati menanti,
Untuk menerima kehadirannya,
Setelah jauh kau melepaskannya pergi.



Jacknaim,
1/11/14
Seahorse dive lodge,
Mabul island

Dalam Diam Aku Merindu


Ketamakan bukan sifatku,
Paksaan bukan caraku,
Rayuan mencabar egoku,
Meminta aku malu,
Cuma satu pintaku,
Izinku lihat kau tersenyum.


Biar jauh aku berkelana,
Hilang kau dari mata ku,
Tak terdengar hela nafasmu,
Dan riak wajahmu menghilang,
Khabarkan aku keindahan cerita,
Bahawa kau sedang tertawa.


Tak mengapa kau membenciku,
Ku tidak resah bila terbuang,
Sepi sudah lama bersamaku,
Tangisan itu temanku,
Hanya satu pengubat dukaku,
Bila kau jauh dari bersedih.


Disetiap nadiku,
Mengalir bersama kerinduan,
Hangat membasahi jiwa,
Juga tanpa pernah aku lupa,
Izinkan dia bergembira,
Itu pintaku padamu Tuhan..


Jacknaim,
1/11/14
Seahorse dive lodge,
Mabul island

Monday, October 27, 2014

Racun Sebuah Kerinduan




Kerinduan,
Umpama dipenjara tembok duri,
Tersangkut tiada lepas,
Tercalar seluruh jiwa,
Pedih menikam kalbu,
Bisa yang tiada penghujung.


Lamunan,
Dibuai segala resah,
Gelisah segala rasa,
Tercampak segala rasional,
Terbuang segala logika,
Terhapus segala ketenangan.


Sang perindu,
Menyusun ratusan madah,
Menghimpun ribuan impian,
Mengharap jutaan keajaiban,
Dalam mencari penawar magika,
Pada bisa sebuah kerinduan.


Jacknaim
Lahad datu
27/10/14

11:45 AM

Perjuangan Tanpa Penghakiman




Biar apa kata mereka,
Aku tetap diriku,
Kurintis jalan berliku,
Jatuhku di lembah,
Tersungkur dipalit lumpur,
Tidak sesekali kau peduli.


Seakan pantas menghukum,
Tidak mungkin ku peduli,
Kerna aku juga begitu,
Diwaktu kononnya aku diatas,
Dan apa yang terbenci,
Seakan itulah hidup nyata.


Buka mata dan lihat dunia,
Ikut detik hatimu,
Lepaskan jiwamu,
Biarkan akalmu menilai,
Dan kau kan tahu,
Erti disebalik kehidupan.


Betapa perjuangan perlu erti,
Bukan menjadi sang hakim,
Tapi apa yang terbuku di naluri,
Saat kau sedari apa itu derita,
Lantas kau alami ceritanya,
Dan kau susuri kesudahannya..


Catatan sang pengembara,
Jacknaim,
Hammerhead lodge,
Ruby lagoon, tebah batang,
26/10/14, 3.48am.
3:47 AM

Sepi Sang Penanti




Sepi malam berteman bintang,
Ku tahu hatiku jua begitu,
Kelam di sini,
Berkerlipan jauh disana,
Sejauh tawa dari senyumku,
Hanya dari kejauhan ia menari.


Sedalam lautan disekelilingku,
Sesekali airnya memukul kayuan,
Begitulah rindu yang terkumpul,
Hanya sekali ia menjengah,
Sedalam mana pun ku kumpul,
Hanya secuit yang terluah.


Sehembus bayu yang bertiup,
Membawa dinginnya kasihmu,
Ternyata bukan melindungi,
Dari panas yang membahang,
Tetapi memamah urat hati,
Yang sedia dibungkus kesejukan.


Malam semakin kelam,
Ku nanti pagi menjengah,
Mohon sang mentari merawatku,
Menghangatkan beku nya jiwaku,
Dibalut angin malam,
Yang ditenggelami lautan sepi.


Jacknaim
25/10/14
Hammerhead lodge,
Ruby lagoon,
Tebah Batang
12:24 AM
Allah Matlamatku, Rasulullah ikutanku, Al Quran pedoman hidup, Syahid impianku.

REVOLUSI MAHASISWA MEMBENTUK PEMIKIRAN MERDEKA

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org-orang yang beriman."[ Surah Al-Imran ayat 139]

Memori Terindah