Saturday, November 22, 2014

Syurga dan Air Mata



Dunia,
Hanya pabila kau melangkah,
maka dapat kau lihat isinya,
Perjalanan yang dilalui,
takkan putus dicurah ilmu,
Cuma menanti dikau mengerti.

Tenang,
Itu yang ku rasa,
Siliran angin yang membuai,
Siulan camar yang memukau,
Jernih airnya si ikan menari,
Merah langit disinari mentari senja.


Air mata,
Mencuit serasa di atas awang,
Menginsafi tari kehidupan,
Ada yang kebulur saat ku kenyang,
Mengutip secebis rezeki di jalanan,
Atau mati terus terbuang.


Aku bermusafir,
menikmati syurga dunia,
Sambil Air mata berguguran,
Disebalik indahnya alam,
Masih banyak derita bertandang,
Tanda perjuangan belum berkesudahan.


Lokasi: Jeti Pelau' Bandar Wilayah Lahad Datu
Photographer: Acin Alkanta
Nukilan sajak : Jacknaim (Dr Muhamad Na'im)


Sajak ini adalah dari kaca mata seorang musafir yang berjalan di daerah yang penuh dengan kenikmatan tetapi masih dihinggapi insan yang tidak bernasib baik..ada yang menangis saat perut berlapar, ada yang mati saat menahan sakit, dan ada derita disebalik senyuman.. Kutujukan sajak ini buat mereka yang mencintai kedamaian dan berusaha untuk mengurangkan derita manusia...

Lamunan Sang Musafir

Jeti Pelau' Bandar Wilayah Lahad Datu. Taken using ASUS Zenfone 5 and edited with Snapseed. and still, it can not beat the real scenery


Sesekali lamunanku terhenti,
Pada deruan enjin bot,
Laju membelah lautan,
Mengejutkan sang camar,
Yang pantas menangkap si ikan,
Dan meninggal riak pada air.


Selang seketika,
Ku kembali beroleh damai,
Lantas kuhayati,
Seri merah sang senja,
Sambil dibuai angin sepoi,
Juga pada ingatan tentang dia.


Aku sang musafir,
Singgahku mungkin seketika,
Tapi hati ingin selamanya,
Tidak berganjak dengan rasa,
Selagi aku diperlukan,
Biar jiwa aku korbankan...


Jacknaim
21/11/14,
5.30 pm
Lahad datu...

Thursday, November 20, 2014

Memoir Buat Si Pencinta Laut

Senja di Highway Tawau
Aku ingin menjadi laut,
Agar kau slalu merinduku,
sentiasa hadir padaku,
mencipta setiap memori,
Saat kau mencari damai,
Pada resah kusut jiwamu.

Tapi aku takut,
andai aku membawa badai,
dengan rakus memecah nyaman,
membawa pergi segala tenang,
lalu kau menangis ketakutan,
Dan aku terpinggir kembali.

Duhai angin berinsutlah engkau,
usah kau kejutkan ombak,
kusembunyi dia dalam perutku,
Luas tiada penghujung,
Biar sahaja badai terus tidur,
Agar laut sentiasa dihatinya.

Jacknaim,
20/1//14
11.40 PM

Friday, November 14, 2014

impian senja

senja di pesisir laut Tawau


Saat mentari berlalu pergi,
Kuharap kau tetap setia disini,
Hadir dan menemani.
Di setiap detik gelap menghampiri.

Setiap saat membina cerita
Terkisah antara kau dan aku,
Merentas segala mimpi
Terbawa segala seri.

Menterjemah realiti dari ilusi,
Menjalani seribu keindahan,
Tertinggal jauh satu celaan.
Segalanya pasti bersama...

Jacknaim
Tawau..

syair rindu buat sang puteri

pemandangan di jeti pulau sipadan sabah

Izinkan aku merinduimu,
Saat jasadmu jauh dariku,
Biar kenangan menjadi teman,
Saat terukir senyum dibibirmu,
Temani setiap mimpi indahku,
Andai bersamaku menyakitimu.

Lupakan aku,
Tapi tidak pada kenangan,
Ku harap saat bersamamu,
Dipenuhi warna indahnya pelangi,
Andai pahit yg kau rasa,
Semoga ia menjadi penawar mu.

Seruku kembali,
Andaiku masih dihatimu,
Biar sayang sebesar zarah,
Pasti kutumbuhkan bahagia,
Kan kusedia sayap perkasa,
Untuk membalut resah ragamu.

Sang puteri aku merindu,
Senyum mu bawa bahagia,
Kenangan bersamamu,
Biarpun pahit aku teruja
Izinkan aku dihatimu,
Mendamai resah segala jiwamu


Hilang dalam kata kata;
Jacknaim

Tuesday, November 4, 2014

Cinta bukan Memiliki

 
Patutkah aku bersedih,
Saat ku bersamamu,
Melihat kau tersenyum,
Berhibur dengan tawamu,
Sedang kau bukan milikku,
Tiada dalam genggamku.


Andai kau bahagia,
Senyum mekar menguntum,
Tawa menyeri taman,
Ku tiada terkilan,
Biar dari kejauhan,
Aku menahan gelora.


Cinta bukan memiliki,
Cukup sekadar memberi,
Biar tiada menerima,
Pasrahkan hati menanti,
Untuk menerima kehadirannya,
Setelah jauh kau melepaskannya pergi.



Jacknaim,
1/11/14
Seahorse dive lodge,
Mabul island

Dalam Diam Aku Merindu


Ketamakan bukan sifatku,
Paksaan bukan caraku,
Rayuan mencabar egoku,
Meminta aku malu,
Cuma satu pintaku,
Izinku lihat kau tersenyum.


Biar jauh aku berkelana,
Hilang kau dari mata ku,
Tak terdengar hela nafasmu,
Dan riak wajahmu menghilang,
Khabarkan aku keindahan cerita,
Bahawa kau sedang tertawa.


Tak mengapa kau membenciku,
Ku tidak resah bila terbuang,
Sepi sudah lama bersamaku,
Tangisan itu temanku,
Hanya satu pengubat dukaku,
Bila kau jauh dari bersedih.


Disetiap nadiku,
Mengalir bersama kerinduan,
Hangat membasahi jiwa,
Juga tanpa pernah aku lupa,
Izinkan dia bergembira,
Itu pintaku padamu Tuhan..


Jacknaim,
1/11/14
Seahorse dive lodge,
Mabul island
Allah Matlamatku, Rasulullah ikutanku, Al Quran pedoman hidup, Syahid impianku.

REVOLUSI MAHASISWA MEMBENTUK PEMIKIRAN MERDEKA

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org-orang yang beriman."[ Surah Al-Imran ayat 139]

Memori Terindah